SMA NEGERI 2 SALATIGA SEBAGAI SEKOLAH ADIWIYATA (SEKOLAH BERWAWASAN LINGKUNGAN)

Posted by konservasi 120 UNNES on 09.23





SMA NEGERI 2 SALATIGA SEBAGAI SEKOLAH ADIWIYATA
(SEKOLAH BERWAWASAN LINGKUNGAN)
Disusun Oleh:
                                                           Nama   : Andry Irawan
                                                           NIM     : 4101416048 
 
Sampah telah menjadi sebuah permasalahan di Indonesia. Bukan hanya kota  besar, kota-kota kecil pun semakin hari semakin dipusingkan oleh sampah dan pengelolaannya. Semakin hari, sampah bukannya semakin berkurang justru sebaliknya semakin menumpuk dan bertambah. Apa sebabnya? Mungkin pola pikir kita yang perlu dibenahi. Atau gaya hidup kita yang mesti dirubah.
Gaya hidup dan pola pikir kita terhadapat sampah mesti dibenahi atau bahkan dirubah. Jangan menuliskan kalimat “Buanglah sampah pada tempatnya.” Karena itu tidak terbukti menyelesaikan permasalahan sampah. Kurangi sampah dan lakukan daur ulang sampah. Perubahan kecil dalam gaya hidup dan pola pikir ini akan memberikan dampak yang signifikan bagi penanganan masalah sampah dan pengelolaan sampah disekitar kita.
Sekolah sebagai suatu institusi tidaklah berdiri sendiri karena sekolah terkait erat dengan nilai, budaya dan kebiasaan yang hadir di masyarakat. Sekolah merupakan ujung tombak proses modernisasi (agent of change) yang diupayakan melalui kebijakan pemerintah. Produk dari sebuah sekolah harus berupa lulusan yang memliki kompetensi unggul agar mampu menghadapi kompetisi di jenjang pendidikan yang lebih tinggi atau “di pasar” tenaga kerja.
Menurut Ki Hajar Dewantara “pedidikan umumnya berarti daya upaya untuk memajukan tumbuhnya budi pekerti (kekuatan batin, karakter), pikiran (intelek), dan tubuh anak. Secara umumnya pendidikan adalah usaha sadar dan sistematis, yang dilakukan oleh orang-orang yang diserahi tanggung jawab untuk mempengaruhi peserta didik agar mempunyai sifat dan tabiat sesuai dengan cita-cita pendidikan.
Sekolah merupakan tempat yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai konservasi, karena didalamnya siswa dapat diajarkan cara memelihara, mengawetkan, merawat, menambah, mengadakan, memperbaiki untuk keselamatan lingkungan. Untuk menanamkan nilai-nilai konservasi perlunya adanya penataan lingkungan sekolah. Penaataan ini bertujuan untuk menciptakan suasana yang asri, sejuk, bersih, sehat dan dapat mendukung proses pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. Lingkungan sekolah yang kondusif sangat di perlukan dalam menghasilkan proses belajar yang nyaman. Lingkungan sekolah yang kondusif akan ikut mendorong terwujudnya pola hidup bermutu yang saat ini sangat diperlukan dalam meningkatkan produktivitas pendidikan.
SMA Negeri 2 Salatiga merupakan salah satu sekolah adiwiyata di Salatiga yang menerapkan penghijau di lingkungan sekolahnya. Penghijauan tidak hanya menanam pohon, dengan membersihkan setiap ruangan dan lingkunagan sekitar sekolah, serta membuang sampah pada tempatnya dan juga memanfaatkan atau mengolah sampah termasuk penghijauan. Salah satu cara yang dilakukan adalah menyediakan tong sampah disetiap ruangan kelas dan lingkungan sekolah.
Di SMA Negeri 2 Salatiga diterapkan sitem pemilahan sampah menjadi 6 macam. Dalam pemilahan sampah ini, sampah-sampah dipilah berdasarkan jenis-jenis sampah yaitu:
1.      Sampah anorganik berupa kaleng, botol dan plastik.
2.      Sampah organik yang berupa dari sayur daun dan buah.
3.      Sampah oraganik yang berupa sisa makanan.
4.      Sampah kertas yang berupa kardus, koran, pensil.
5.      Sampah B3 (bisket, batu neon, batu baterai).
6.      Sampah Residu yang berupa pembalut, popok, permen.
Di lingkungan sekolah banyak tanaman yang dirawat, dijaga serta dilestarikan. Di halaman sekolah pun banyak terlihat banyak pepohonan. Dan untuk memaksimalkan halaman sekolah yang sempit maka dibuatlah vertikal garden, yaitu tanaman yang ditanam didalam pot atau paralon yang disusun secara bertingkat, ada juga taman gantung sebagian yang menggunakan botol bekas dan kemudian ditempelkan pada dinding sekolahan.
SMA Negeri 2 Salatiga juga mengolah sampah dari yang dulunya hanya dibuang begitu saja kini sampah tersebut mempunyai nilai. Seperti sampah organik, di SMA Negeri 2 Salatiga sampah organik dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan lubang biopori. Selain untuk dijadikan bahan dalam pembuatan lubang biopori, SMA Negeri 2 Salatiga  mempunyai Rumah Kompos, sehingga sampah organik juga dapat dijadikan sebagai kompos atau pupuk.  Disebelah rumah kompos juga terdapat Rumah Sampah yang digunakan sebagai tempat mengolah sampah anorganik menjadi suatu karya seperti pakaian yang digunakan untuk pameran, tempat lampu tidur, miniatur kapal dan masih banyak lagi yang lainnya.
 
Daftar Pustaka

Hadarti, Puji, dkk. 2016. Buku Ajar Pendidikan Konservasi. Semarang: Unnes.
Munib, Akhmad, dkk. 2016. Pengantar Ilmu Pendidikan. Semarang : Unnes.
Sutomo, dkk. 2016. Manajemen Sekolah. Semarang : Unnes.


Nama Anda
New Johny WussUpdated: 09.23

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.

PGA Head Teaching Professional

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Picture should I go

Picture should I go
Motivasi Besar Dalam Hidup guys,,

cari blog-blog menarik disini

Pages

CB